HMTP Mengadakan Kegiatan Edu-Connect
HMTP Universitas Khairun mengadakan kegiatan Edu-Connect sebagai rangkaian kegiatan Mining EXPO Ke-V dengan tema Geopark Batu Angus sebagai Potensi Edukasi dan Ekonomi Kreatif. Panitia menghadirkan Pembicara Dosen Teknik Pertambangan Ibu Nurany, ST., MT dan Ikiruka selaku Ketua Creative Space.
Ibu Nurany, ST., MT dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa Batu Angus merupakan salah satu situs geologi yang memiliki nilai ilmiah dan edukatif yang sangat tinggi karena terbentuk melalui proses vulkanisme yang terjadi pada masa lalu. Beliau mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap bentang alam yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses geologi yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun. Melalui penjelasan yang interaktif dan mudah dipahami, peserta diajak menelusuri perjalanan terbentuknya Batu Angus, mulai dari aktivitas magma di dalam perut bumi, proses erupsi gunung api, hingga pendinginan lava yang kemudian membentuk hamparan batuan vulkanik yang dapat diamati saat ini.Lebih lanjut, Ibu Nurany menekankan bahwa pemahaman terhadap proses pembentukan Batu Angus merupakan bagian penting dari edukasi geologi. Dengan mengetahui bagaimana alam membentuk kawasan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati keindahan yang ada, tetapi juga memahami nilai ilmiah yang terkandung di dalamnya serta pentingnya menjaga dan melestarikan warisan geologi untuk generasi mendatang.
Ikiruka selaku Ketua Creative Space menjelaskan bahwa pengembangan Geopark Batu Angus tidak hanya berfokus pada aspek geologi dan pariwisata, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif. Menurut beliau, keunikan Batu Angus dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan berbagai produk dan layanan kreatif yang memiliki nilai tambah serta identitas lokal yang kuat. Beliau menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Batu Angus kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda. Selain sebagai destinasi wisata edukasi, Batu Angus memiliki potensi untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan kreatif seperti pembuatan suvenir khas, pengembangan produk UMKM, penyelenggaraan festival budaya, pembuatan konten digital, hingga pengembangan sektor kuliner lokal yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Ikiruka juga menekankan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan Batu Angus memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan adanya sinergi yang baik, Batu Angus dapat berkembang menjadi kawasan geowisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Berdasarkan pemaparan narasumber dan sesi diskusi yang berlangsung, diperoleh beberapa poin penting sebagai berikut: 1. Pemahaman mengenai proses pembentukan Batu Angus memberikan wawasan kepada masyarakat tentang sejarah geologi daerah serta pentingnya menjaga warisan alam yang dimiliki. 2. Batu Angus memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi geowisata yang menggabungkan aspek pendidikan, konservasi, dan pariwisata. 3. Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Batu Angus. 4. Pemanfaatan media digital dan kreativitas generasi muda sangat penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan Batu Angus kepada masyarakat yang lebih luas. 5. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan Batu Angus yang berkelanjutan. 6. Kegiatan kemahasiswaan di Batu Angus perlu terus didorong sebagai sarana pembelajaran lapangan, penelitian, serta pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang geologi, lingkungan, dan ekonomi kreatif. Dari hasil diskusi dapat di simpulkan bahwasanya "Geopark Batu Angus sebagai Potensi Edukasi dan Ekonomi Kreatif" menunjukkan bahwa Batu Angus merupakan kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pembelajaran geologi, destinasi geowisata, dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Melalui penjelasan mengenai proses pembentukan geologinya, peserta memperoleh pemahaman bahwa Batu Angus bukan sekadar objek wisata alam, melainkan warisan geologi yang menyimpan sejarah panjang perkembangan bumi dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Di sisi lain, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi melalui berbagai kegiatan usaha dan inovasi kreatif. Dengan dukungan promosi digital, keterlibatan generasi muda, serta kolaborasi berbagai pihak, Batu Angus berpotensi menjadi destinasi unggulan yang mampu memberikan manfaat edukatif, sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan.
#HMTPUnkhair #TambangUnkhair #TambangBersinergi